Wednesday, July 16, 2008

semangat.. ohh.. semangat..

sore ini sepulang dari kantor saya akan langsung kembali ke meja kerja di rumah gumam saya dalam hati,.. ada setumpuk rencana dikepala saya yang harus segera saya capai dan entah kenapa semenjak dikantor tadi siang saya sangat bersemangat segera menjalankan rencana saya..(masih off the record kali ya:p)

semangat saya datang dan pergi seenaknya tanpa mikirin rencana rencana saya.. dan saat saat inilah yang saya tunggu tunggu.. semangat saya ngumpul lagi..
nah mumpung si semangat sedang datang, saatnya saya mencari cari jalan agar si semangat dekat pada saya dan menemani saya sampai rencana rencana saya tersebut membuahkan hasil yang indah.. semoga..Amiin.

Ayah yang sibuk

Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja."

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan minggu libur, kadang sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- nggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa! minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.

"Tapi Papa..."

Kesabaran Rudi habis.

"Papa bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju, kamarnya.

Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Imron". Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.

"Iya, iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja, mama sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp15.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,- . Makanya aku mau pinjam dari Papa," kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

source: milis BCN

Wednesday, July 9, 2008

Ode to Gordon

Riza ngefans berat sama thomas and friends,.. gak pernah bosen nonton si kereta api thomas dan temans ini,.. mo bahasa inggris or indo okeh okeh aja.. pokoe bisa lihat gambarnya aja udah seneng,....mo tauk seperti apa..? sambil nyanyi ya nontonnya.. moelay..

Ode to Gordon

We'll sing a song for Gordon, He's big, he's fast, he's proud
His paint is blue, so strong and true, and his whistle's really loud!
The fastest train on Sodor, you can't forget his name
So when we've sung for Gordon, well, let's sing it once again

Through wind and rain he thunders on
On him we can rely
Reliable and useful too
And that's the reason why

We'll sing a song for Gordon, He's big, he's fast, he's proud
His paint is blue, so strong and true, and his whistle's really loud!
The fastest train on Sodor, you can't forget his name
So when we've sung for Gordon, well, let's sing it once again

The journeys never tire him out
He'll work all day and night
And everyone admires him
His boiler gleaming bright

We'll sing a song for Gordon, He's big, he's fast, he's proud
His paint is blue, so strong and true, and his whistle's really loud!
The fastest train on Sodor, you can't forget his name
So when we've sung for Gordon, well, let's sing it once again

We'll sing a song for Gordon, He's big, he's fast, he's proud
His paint is blue, so strong and true, and his whistle's really loud!
The fastest train on Sodor, you can't forget his name
So when we've sung for Gordon, well, let's sing it once again

Tuesday, July 8, 2008

Riza dan Tante..


pagi ini karena motor yang biasa dipake ibu di tinggal di kantor jadinya riza gak bisa dianter ke rumah yangti deh, untungnya ante mau jemput riza ya.. pasti mau deh si tante.. walaupun jemputan si ante dah nunggu dirumah, tapi ante teteup jemput riza dulu.. makasih ya ante... ante emang baaaiiikkk deh:P

Beads...